Jumat, 11 Maret 2011

Gwoemul – The Host


Film TERLARIS SEPANJANG MASA 
Korea Selatan

Sutradara                      Joon-ho Bong
Penulis Naskah             Joon-ho Bong, Won-jun Ha, Chul-hyun Baek
Pemain                         Kang-ho Song, Doona Bae
Durasi                          1 Jam 58 Menit
Rilis                              27 Juli 2006
Budget                         $ 11.000.000
Worldwide Gross         $ 89.431.890
Subtitle Rilis                 8 Maret 2011
---------------------------------------------------------------------
Gwoemul – The Host BRRip
Unduh Film

Indowebster – English Dubbed
---------------------------------------------------------------------
Subtitle
---------------------------------------------------------------------
Resensi
          Hm, adegan dibuka dengan sebuah pembicaraan seorang dokter berkebangsaan amerika dengan asistennya yang akhirnya berujung dengan pembuangan ratusan botol formalin ke saluran pembuangan yang mengalir menuju Sungai Han. 


            
           Park Gang-du (Song Kang-ho), seorang ayah yang gemar tidur dan suka seenaknya sendiri, tinggal dalam sebuah kedai makanan yang dikelola oleh ayahnya, Hee-bong (Byeon Hee-bong). Park Gang-du sendiri memiliki seorang anak yang bernama Hyun-seo (Ko Ah-seong). Saat acara hari orang tua di sekolah anaknya, Park Gang-du tidak datang dan malah menyuruh paman Hyun-Seo, Nam-il (Park Hae-il) untuk datang menggantikan dirinya. Sayangnya, Nam-il datang dalam keadaan mabuk. Walau seenaknya sendiri, Park Gang-du sangat menyayangi puteri satu – satunya itu.

            Saat menonton pertandingan memanah bibi Hyun-Seo, Nam-joo (Bae Doona) di televisi. Sebuah makhluk tiba – tiba keluar dari Sungai Han dan mulai menyerang setiap orang yang ada di sekitarnya. Dalam keadaan panik inilah, Gang-du salah menggandeng tangan anak lain dan berakibat dengan ditelannya Hyun-Seo oleh makhluk tersebut. Kabar dukapun menyebar dan seluruh anggota keluargapun berkumpul untuk mengenang Hyun-Seo.

            Di saat berduka, tiba – tiba pemerintah mengkarantina semua warga yang terlibat dalam insiden Sungai Han karena berdasarkan hasil medis, makhluk tersebut menyebarkan virus. Gang-du yang wajahnya sempat terkena darah sang monster mendapat tempat khusus dan harus menjalani banyak pemeriksaan. 

            Saat malam hari, Gang-du menerima telepon dari puterinya, Hyun-Seo yang berkata bahwa dirinya berada di saluran pembuangan. Sadar bahwa puterinya masih hidup, Gang-du mencoba menjelaskan ke semua orang namun perkataannya tidak dipercayai siapapun. Hanya anggota keluarganyalah yang mempercayai Gang-du. Sang ayah, sang kakek, sang paman dan sang bibi akhirnya memutuskan untuk kabur dari rumah sakit.

            Kaburnya keluarga ini ditanggapi serius oleh pemerintah yang takut bahwa virus yang menginfeksi keluarga tersebut akan menyebar luas. Maka dari itu, pemerintah memasang harga tinggi bagi siapapun yang sanggup menangkap keluarga tersebut. Sang kakek, Hee-bong, menguras semua tabungannya untuk mendapat persenjataan, mobil pick-up dan peta saluran pembuangan yang difotocopy di kertas bekas. Bersama, mereka semua bahu membahu menyelamatkan Hyun-Seo, walau harus berhadapan dengan sang monster, para teman yang berkhianat dan dokter yang plin – plan. Dan dengan ini pula, Gang-du membuktikan dirinya bahwa kasih sayang ayah juga tak terbatas.


            Gwoemul merupakan sebuah film monster yang berbeda dari yang lain, dimana minim adegan tembak – menembak, serbuan tentara dan serangan udara dari segala macam peralatan canggih. Joon-ho Bong, membuat sebuah film monster yang kental akan drama (khas Korea banget) dan tentu saja, humor. 

            Film ini terinspirasi dari insiden pembuangan formalin dalam jumlah besar ke saluran pembuangan yang dilakukan perusahaan pemakaman yang bekerja untuk Amerika pada tahun 2000. Agen Kuning, sebuah benda ciptaan Amerika yang digunakan di adegan final film ini merupakan suatu sindiran akan Agen oranye yang memiliki dampak lebih besar yang digunakan Amerika saat perang Vietnam. Sang sutradara, Bong Joon-ho, berkomentar bahwa filmnya bukan merupakan suatu film yang anti-Amerika (walau akhirnya film ini juga ditayangkan di Amerika), tapi merupakan suatu metafora dan komentar politik atas Amerika Serikat.

            Karena adanya tema mengkritik Amerika Serikat, Gwoemul dipuji oleh pemerintah Kora Utara, hal yang teramat sangat jarang terjadi mengingat kedua Negara ini memiliki hubungan yang tidak begitu baik.

            Spesial efek di film dikerjakan oleh Weta Workshop ( yang membuat special efek untuk The Lord Of The Rings, The Chronichles Of Narnia, Avatar, bahkan Evangelion Live Action yang entah mengapa sampai sekarang tertunda terus (berharap filmnya segera keluar)) serta The Orphanage (Harry Potter, Pirates Of The Caribbean, Iron Man). Monster di film ini juga diinspirasi dengan diketemukannya ikan yang memiliki tulang belakang berbentuk S yang tertangkap di Sungai Han dan sang sutradara juga lebih menginginkan bentuk monster yang lebih aktual menyerupai ikan yang bermutasi daripada bentuk yang fantastis.

            Saat film selesai diputar di Korea Selatan, Gwoemul telah ditonton oleh sebanyak 13.019.740 orang. Jumlah yang luar biasa, karena film ini berarti telah ditonton sekitar seperempat penduduk negeri ginseng ini (Korea Selatan memiliki jumlah penduduk sebanyak 48.500.000 jiwa).

            Gwoemul telah memenangkan dan mendapat nominasi dari berbagai penghargaan perfilman, diantaranya sebagai Film Terbaik, sutrdara terbaik, editing, special efek, dan lain sebagainya. Film ini juga mendapat banyak review positif serta dimasukkan ke dalam daftar film terbaik dari berbagai majalah di dunia.

            Dimulai dari film inilah saya mulai menyukai film – film Korea Selatan, apalagi setelah itu melihat film lain arahan sutradara Joon-ho Bong, Madeo (dan masih menceritakan tentang kasih sayang tak terbatas) yang memang patut diacungi jempol. Beberapa film Korea Selatan lainnya yang memikatku adalah, Oldboy, Salinui Chueok (Memories Of Murder) The Good The Bad And The Weird, Gukga Daepyo (Take Off), The Chaser dan lain sebagainya. Film ini juga menjadi film monster terbaik versiku, disusul Cloverfield dan tentu saja, Jurrasic Park (dan sepertinya akan termasuk film terbaru super rahasia J.J.Abrams, Super 8). Ditambah lagi permainan apik dari para aktornya, apalagi Song Kang-ho termasuk aktor besar di negeri ini dan membintangi banyak film bloskbuster berkualitas (terakhir saya melihatnya berakting di Thirst, Salinui Chueok dan The Good The Bad And The Weird).


            Hak remake film ini telah dibeli oleh Universal Pictures dengan sutradara Gore Verbinski (sutradara Pirates Of The Caribbean trilogy dan karya teranyarnya yang bisa kita nikmati adalah Rango) namun sampai sekarang belum ada berita selanjutnya. Bahkan, karena saking suksesnya film ini, pihak rumah produksi telah menyiapkan sebuah prekuel untuk film ini dan rencananya akan dirilis tahun 2011 dengan sutradara yang berbeda. Namun sampai sekarang belum ada berita lebih lanjut dan rumah produksi hanya menampilkan beberapa sketsa untuk film yang akan memakan budget $ 12.000.000. Sepertinya kita hanya bisa menunggu dan jika memang dibuat semoga hasilnya setidaknya menyamai film pertamanya.


Diharapkan sumbangannya untuk kemajuan blog ini
Terima kasih ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar