Selasa, 26 Oktober 2010

Telaga Madirdo


Telaga Madirdo

Hm, Telaga Madirdo, nama yang sering kudengar takkala surfing di internet mengenai Candi Sukuh. Sehabis mengunjungi Candi Planggatan, mas ojeknya menawari menuju Telaga Madirdo, tentunya menambah biaya lagi dan saya tawar lagi. Agak malas juga ke telaga ini, karena bukan tujuan utama saya ke Karanganyar, namun karena sudah jauh – jauh, maka tak ada salahnya untuk ke sini, apalagi Telaga ini tengah dikembangkan. Hm, mumpung masuknya gratis nih :D

Bacpacker ke Telaga Madirdo

   >  Jujur saja, rutenya saya ga hafal.Semuanya saya pasrahkan ke mas – mas ojek. Pokoknya tempat ini tidak begitu jauh dari Candi Planggatan dan 7 km dari Tawangmangu.


Seperti yang saya sebutkan di atas, telaga ini tengah berbenah untuk menjadi tujuan wisata andalan Karanganyar. Secara administratif Telaga Madirdo berada di Dusun Tlogo, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Saat menuju ke Telaga Madirdo tampak dua buah bangunan loket retribusi kecil yang belum rampung penyelesaiannya dan diantara nya terdapat jalan kecil yang becek [kayaknya semalam habis hujan] yang menuju ke telaga. Beberapa material bahan bangunan tampak tersebar di sepanjang jalan itu. Mas ojekpun mencari jalan memutar menuju telaga karena jalan tersebut masih ditutup untuk pembangunan.

                                                        Masih Di Telaga Madirdo

Jam masih menunjukkan pukul setengah sembilan pagi ketika kami berbecek – becek menuju telaga. Pihak pemerintah sepertinya serius menggarap kawasan ini. Terbukti walau jalan utamanya belum rampung, tapi di kawasan telaga telah rampung pembangunan toilet dan sebuah gedung yang kemungkinan besar merupakan mushola.

Hal paling mencolok disini adalah adanya gazebo kecil yang dicat berwarna pink dan dibangun sepanjang tepian telaga. Ga habis pikir, kenapa warnanya pink ? Biru muda kan lebih bagus dan serasi dengan alam serta terlihat di kejauhan. Sayangnya, tepian telaga ini panas dan gazebo – gazebo tersebut kurang mampu menaungi pengunjung.

Di telaga ini ada banyak ikannya, sayangnya dilarang dipancing, bahkan mas ojek sudah mengingatkannya lebih dulu plus ada larangannya di telaga ini. Pikiranpun melayang, ikan apakah yang berada di telaga ini sehingga begitu dijaganya. Apakah ikan jadi – jadian ? Ikan keramatkah ? Ikan langkakah ? Spesies endemik satu – satunya ? E…e…eh, ternyata setelah dilihat………cuma ikan koi dan ikan – ikan kelabu seperti ikan gurame. Mungkin baru disebar di telaga ini ya ? 

                          Batu - Batu Di Atas Adalah Sumber Mata Air Telaga Madirdo

Bertemu dengan bapak setempat, sempat bertanya pula mengenai ikan – ikan yang berenang bebas di telaga tersebut. Ternyata  kebanyakan ikan nila. Hm, enaknya dibakar aja. Eh, bapaknya cuma ketawa aja. Padahal jika boleh dipancing dan di pinggir telaga disediakan warung yang dapat memasak ikan hasil tangkapan akan menjadi nilai tambah sendiri bagi pengunjung yang kesini.

Air telaga benar – benar jernih sampai – sampai dasar telaga kelihatan, begitu pula ikan – ikan bakar  nya yang berenang dengan damai dalam kejernihan airnya. Hm ,jadi tergoda untuk memasukkan diri ke dalam telaga ini, atau setidaknya kedepannya disediakan sampan atau perahu untuk mengarungi Telaga Mardido ini. Layaknya air pegunungan, air Telaga Mardido juga dingin. Selain itu, juga terdengar gemericik air dari bebatuan di sekitar telaga yang juga merupakan sumber air bagi telaga ini. Telaga yang berad di ketinggian 900 mdpl ini memiliki kedalaman 1 – 3 meter dan memiliki luas ± 1.000m2 namun hanya menggenangi 30 % dari luas cekungan [Telaga Mardido terletak dibawah sehingga membentuk seperti cekungan].

                                                          Fajar Menyingsing Di Madirdo

Ada perubahan dari foto Telaga Madirdo dari foto di internet dengan yang sekarang. Di foto itu terdapat banyak sekali bebatuan yang menyembul keluar dari tengah telaga, namun sekarang bebatuannya sudah tenggelam di dasar telaga. Sepertinya air telaga telah dinaikkan beberapa meter namun tidak bertambah luas.

Sepertinya tak ada salahnya mampir sejenak ke kawasan ini sebelum ke air terjun Jumog atau Tawangmangu, walau sekedar mendengar gemericik airnya, segarnya udaranya dan pastinya, masih GRATIS !!
[tidak ditanggung setelah tanggal 2 Juli 2010]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar