Sabtu, 30 April 2011

Candi Sumur



Hm, Candi Sumur hanya berada sekitar 100 meter di sebelah selatan Candi Pari. Cobalah tengok ke kanan dari depan Candi Pari, maka kita akan bisa melihat Candi Sumur berdiri dengan kokohnya.

Bacpacker ke Candi Sumur

Untuk menuju ke Candi Sumur, caranya masih sama dengan pergi ke Candi Pari.

  >  Jika kita berkendara sendiri, maka kita dapat mengarahkan kendaraan kita menuju Kolam Lumpur Panas Lapindo. Dari sini kita dapat menanyakan lokasi candi ke penduduk setempat yang sangat mengenal candi ini.

  >  Jika memakai kendaraan umum, maka kita dari arah Surabaya kita dapat naik bus menuju Pandaan atau bus menuju Pasuruan, bilang turun di Porong tepatnya di Tugu Kuning. Dari sini kita dapat naik ojek atau becak menuju candi. Jarak yang ditempuh sekitar 4 Km.

Deskripsi Dan Sejarah Bangunan

Candi Sumur masih berada di Dusun Candi Pari Wetan, Desa Candi Pari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Dibandingkan dengan Candi Pari, Candi Sumur memiliki bentuk yang lebih sederhana.Candi dari bahan batu bata merah ini tidak memiliki ornamen atau hiasan apapun. Jikapun ada, kemugkinan sudah aus.



Candi Sumur berdenah bujur sangkar dengan ukuran 8 m x 8 m dan memiliki tinggi 10 meter. Candi Sumur menghadap ke barat dan menempati lahan seluas 315 m dan perada pada ketinggian 4,42 mdpl.

Seperti Candi Pari, Candi Sumur bisa dibilang agak utuh. Kaki, badan dan atap candi masih ada. Sayangnya, badan dan atap candi ini tinggal separuh. Agar tidak roboh, badan dan atap candi yang separuh ini disangga oleh tiang besi berlapis semen.


Bilik candi yang seharusnya berisi yoni dan lingga tampak kosong, yang ada hanya sebuah sumur sedalam kurang lebih 3 meter. Adanya sumur yang telah mengering ini merupakan asal muasal nama Candi Sumur. Saat melongok ke dalam sumuran candi, ada beberapa uang logam yang dilemparkan kedalam sumur. Entah apa maksud pelempar uang ini, lagian kalo diambil akan sulit karena dalamnya sumurnya dalam dan sempit.

Sekitar tahun 2000’an, Candi Sumur mengalami pemugaran. Hasil pemugaran pada tahun itulah yang menghasilkan bentuk candi seperti sekarang. Tak bisa utuhnya hasil pemugaran kemungkinan besar tak ada dana dan juga banyak bebatuan yang menghilang.

Candi Sumur diduga masih merupakan satu komplek dengan Candi Pari. Berarti, Candi Sumur dibangun pada periode yang sama dan merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit di bawah pimpinan Raja Hayam Wuruk. Beberapa orang menduga fungsi Candi Sumur sebagai tempat mengambil air guna keperluan upacara di Candi Pari.


Dengan bangunan yang kecil dan beberapa tampak keropos membuat banyak orang tak tertarik berkunjung ke Candi Sumur dan memilih mengunjungi Candi Pari saja. Hal ini terbukti cuma ada 10 orang pengunjung sepanjang bulan Januari – Februari 2010 (saya mengunjungi candi ini pada minggu terakhir bulan Februari). 
Candi Sumur Tampak Depan

Saat saya berkunjung kesini, saya disambut oleh Pak Mustain, jupel Candi Pari sekaligus Candi Sumur. Jasa Pak Mustain ini banyak dijadikan rujukan banyak ahli saat pemugaran kembali Candi Pari tahun 1994 – 1999. Karena terkena stroke, tugas Pak Mustain akhirnya diambil alih 3 juru pelihara. Walaupun berjalan dan berbicara dengan agak kesulitan, jelas tampak sekali Pak Musatin gembira karena ada orang yang mengunjungi Candi Sumur. Perlu dicatat, rumah pak Mustain berada tepat dibelakang Candi Sumur. Terima kasih sekali pak atas sambutannya di sini. ^^ Setelah puas di Candi Sumur dan gagal menuju Candi Pamotan, maka dengan ditemani mendung, kamipun berangkat ke tujuan kami selanjutnya, Candi Jawi.

Sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar