Kamis, 12 Agustus 2010

Candi Lumbung



Hm, Candi Lumbung merupakan komplek percandian bercorak agama Buddha yang berjarak sekitar 300 meter dari Candi Prambanan dan masih termasuk di dalam lingkungan Taman Wisata Prambanan.


Bacpacker ke Candi Lumbung

Untuk menuju ke Candi Lumbung, caranya sama dengan pergi ke Candi Prambanan,

  >  Setelah dari Candi Prambanan kita dapat berjalan kaki ke utara sejauh 300 meter. Jangan takut tersesat karena ada banyak papan penunjuk jalannya.

  >  Takut capek, bisa naik kereta kelinci dengan ongkos Rp 10.000,- yang mengitari Taman Wisata Prambanan [candi ini cuma dilewati saja]


Komplek Candi Lumbung memang dipagari, tapi jangan khawatir karena Komplek Candi Lumbung yang masuk wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah  ini terbuka bagi wisatawan dan kita bisa memasukinya. Komplek Candi Lumbung ini merupakan Candi Buddha dan terdiri dari 16 buah candi perwara yang mengelilingi candi induk. Berarti, total ada 17 buah candi di Komplek Candi Lumbung. Halaman Komplek Candi Lumbung ini ditutupi oleh batu andesit.

Semua candi perwara berbaris empat – empat dan menghadap candi induk. Empat di sisi utara candi induk, empat di sisi selatan, empat di sisi barat dan empat di sisi timur [candi pewara di sii timur juga masih runtuh]. Kesemua candiperwara ini polos tanpa hiasan atau relief serta pintu masuknya berhiaskan makara tanpa rahang bawah [sayangnya, hanya tersisa sedikit makara utuh di candi perwara ini] dan bagian dalamnya kosong tanpa ada arca satupun. Saat saya datang ke sini, candi induknya yang memilki ukuran paling besar diantara semua candi di komplek ini, tengah dipugar dan ditutup plastik terpal besar.

                          Salah Satu Candi Perwara Komplek Candi Lumbung 
Di internet disebutkan bahwa candi induk berbentuk poligon dengan 20 sisi dengan luas 350 m2. Tubuh candi berdiri pada kaki candi setinggi 2,5 m dan memiliki pintu masuk di sebelah timur. Di dinding candi utama terdapat beberapa hiasan dan memiliki 9 buah relung untuk meletakkan arca Dhyani Buddha. Atap candi utama sudah hancur dan diperkirakan memiliki bentuk stupa seperti atap candi perwara. Di sekeliling halaman candi utama terdapat pagar yang saat ini tinggal reruntuhan saja. Di dekat Komplek Candi Lumbung ini pernah ditemukan prasasti Kelurak yang berangka tahun 782 M.

Komplek Candi Perwara ini kalah pamor dibanding tetangga dekatnya, Candi Prambanan. Walaupun masih berada dalam satu lingkungan, Komplek Candi Bubrah ini sangat sepi pengunjung, yang ada hanya para petugas BP3. Bahkan, sepanjang hari itu, mungkin hanya kami bertiga yang mengunjungi candi ini hingga jadi perhatian petugas BP3. Bahkan ibu – ibu petugas kebersihan di Taman Wisata Prambanan tampak senang mengetahui kami berbelok ke candi ini dan menjelaskan candi – candi yang ada di kawasan ini. Jika kita berkunjung ke Prambanan, sungguh disayangkan jika tidak mampir ke Komplek Candi Bubrah nan elok dan eksotik ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar