Hm, semenjak hilangnya legion kesembilan di Inggris Utara beserta Elang symbol keagungan dan kebesaran Kerajaan Romawi, Kaisar Haradian memerintahkan untuk membangun tembok pemisah antara Kerjaan Romawi dengan Inggris Utara yang dikenal dengan Tembok Hadrian. Marcus Flavius Aquila (Channing Tatum) di tempatkan di Inggris atas keinginannya sendiri dan supaya dia bisa memulihkan nama baik keluarganya semenjak ayahnya, pemimpin legion kesembilan tidak pernah kembali beserta Elang.
Walau pada awalnya dia kurang disukai, namun setelah pendengaran tajamnya berhasil mematahkan penyerangan kaum Druid, sikap bawahannyapun berubah walau harus dibayar mahal karena Marcus terluka pada kakinya saat berusaha membebaskan anak buahnya.
Saat Marcus dirawat oleh pamannya di Calleva, Marcus mendapat berita kurang menyenangkan bahwa dia diberhentikan secara hormat oleh Roma karena luka yang dideritanya. Saat melihat Esca (Jamie Bell) di arena gladiator, Marcuspun tergerak akan kegigihan Esca dan berusaha menyelamatkannya. Pamannya lalu menghadiahkan Esca kepada Marcus sebagai budaknya.
Saat perbincangan dengan para senat dan politikus, Marcus mendapati kabar bahwa Elang masih ada dan berada di tangan kaum bercat di Inggris Utara. Demi memulihkan nama baik keluarganya, Marcuspun beserta Esca pergi ke Inggris Utara demi merebut kembali Sang Elang.
The Eagle berdasarkan novel The Eagle Of The Ninth yang terbit pada tahun 1954. Kisahnya sendiri terinspirasi dari menghilangnya Legiun kesembilan Spanyol di Inggris. The Eagle mengambil lokasi syuting di Hungaria, Inggris dan Skotlandia. Sang sutradara, Kevin Macdonald juga menginginkan film ini seautentik mungkin, namun kendala utamanya adalah mencari aktor yang bisa berbahasa Gaelic hingga akhirnya harus membuka dua kali audisi hingga bisa mendapatkan aktor yang sesuai. Film inipun bisa dibilang untung besar karena mengingat budget yang disediakan hanya $ 25 juta dan bisa memperoleh penghasilan lebih dari $ 39 juta.
Hm, Christine (Sylvie Testud) merupakan penderita multiple sclerosis dimana hamper seluruh tubuhnya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Setelah berbagai pengobatan yang dia lakukan tidak bisa menyembuhkannya, Christine memilih mengunjungi tempat – tempat ziarah mulai dari Vatikan hingga ke Lourdes, di kaki pegunungan Pyrenees, Prancis guna untuk mengusir rasa kesendiriannya dan untuk mendapat pengobatan.
Di Lourdes, Christine ikut dalam suatu rombongan peziarah dengan dibantu beberapa pembantu (dengan penampilan layaknya para suster) yang bekerja secara sukarela. Suatu malam, Christine bermimpi ditemui oleh Bunda Maria dan dia bisa berjalan lagi. Saat Christine menceritakan mimpinya ini, Cécile yang telah bertahun – tahun bekerja di Lourdes menunjukkan sikap skeptis dan terus meyakinkan Christine bahwa penyembuhan yang terjadi di Lourdes merupakan penyembuhan akan roh seseorang, bukan penyembuhan secara jasmani.
Dengan mengikuti ritual yang ada di Lourdes, Christine merasakan kesembuhan pada dirinya secara berangsur – berangsur. Seorang peziarah yang simpatik dengan iman yang lebih kuat dari Christinepun selalu mendampingi Christine, termasuk juga membawa Christine keluar dari rombongan agar bisa mendapat pemberkatan, walau akhirnya terasa sia – sia dan Cécile semakin menunjukkan rasa tidak senangnya pada Christine. Namun, Christine percaya bahwa memang ada mukjizat nyata di Lourdes dimana dia akan menemukan jati dirinya sendiri.
Lourdes merupakan film Austria berbahasa Prancis yang rilis tahun 2009. Lourdes sendiri telah memenangkan penghargaan sebagai Film Terbaik pada ajang Vienna International Film Festival 2009. Setting film ini memang mengambil tempat di Lourdes yang terkenal itu, walau Grotto of Massabielle hanya ditampakkan sekali pada film ini.
Lourdes sendiri menurutku merupakan film yang enjoyable dan lovely dimana tidak terlalu muluk – muluk membesarkan Lourdes. Film ini juga mengajak kita masuk dalam wisata ziarah Lourdes dimana ternyata ada beberapa mukjizat penyembuhan yang sepertinya jarang diketahui banyak orang, juga menyelami kehidupan orang – orang beserta ritual yang ada di dalamnya. Walau merupakan tempat yang religious, tapi tetap saja dikelola oleh manusia yang kadang terasa agak menyebalkan, contohnya saat Christine yang berkursi roda dilewati begitu saja saat pemberkatan di Gereja atau beberapa pembantu yangsering bersenang – senang bahkan lebih mementingkan urusan cinta dibanding membantu peziarah atau beberapa peziarah yang merasa iri pada Christine saat dia mendapat penyembuhan, padahal Christine sendiri bukanlah orang yang terlalu religus.
Untuk menyambut Paskah 2011, Lourdes juga ditayangkan pada bioskop – bioskop jaringan 21 di Indonesia. Walau berusaha tampil apa adanya, Lourdes menyisipkan pesan kuat tentang iman dan kepercayaan di dalamnya.
Note : Jika file tidak bisa diextract, pakai winrar dan ikuti petunjuk seperti gambar dibawah ini